Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

06/07/12

"Canda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam"




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian  terhadap bawahan serta anggota keluarga. Disamping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang sangat agung dalam rangka memenuhi tuntutan kehidupan dan membangkitkan motivasi, yang tidak akan mampu dilaksanakan oleh sembarang orang. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan setiap hak pada tempatnya. Beliau tidak akan mengurangi hak orang lain atau meletakkan hak tersebut tidak pada tempatnya. Meskipun sangat banyak beban dan pekerjaan, namun beliau tetap memberikan tempat bagi anak-anak kecil dihatinya. Beliau sering mengajak mereka bercanda  dan bersenda gurau, mengambil hati mereka dan membuat mereka senang.

Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu menceritakan: “Para sahabat ber-tanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?”  Rasulullah menjawab: “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Ahmad).

Anas Radhiallaahu ‘anhu menceritakan kepada kita salahsatu bentuk canda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Rasulullah pernah memanggilnya dengan sebutan: “Wahai pemilik dua telinga!” (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud)

Anas Radhiallaahu ‘anhu mengisahkan: “Ummu Sulaim Radhiallaahu ‘anha mempunyai seorang putra yang bernama Abu ‘Umair.   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih. Mereka berkata: Wahai Rasulullah , burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati.”  Rasulullah lantas bercanda dengannya, beliau berkata: “Wahai Abu ‘Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?” (HR. Abu Daud)

Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu ‘anhum, salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu ia berkata: “Ada seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukainya. Hanya saja  tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata: “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah . Rasulullah lantas berkata: “Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?” Iapun berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!” Rasulullah membalas: “Justru engkau di sisi Allah ‘Azza wa Jalla sangat mahal harganya!” (HR. Ahmad)

Sungguh merupakan akhlak yang terpuji dari baginda Nabi yang mulia dan luhur budi pekertinya. Meskipun beliau bersikap luwes terhadap keluarga dan kaumnya, namun tetap ada batasannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melampaui batas bila tertawa, beliau hanya tersenyum. Sebagaimana yang dituturkan ‘Aisyah Radhiallaahu anha : “Belum pernah aku melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak hingga  kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum.” (Muttafaq ‘alaih)

Meskipun beliau selalu bermuka manis dan elok dalam perrgaulan, namun bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. ‘Aisyah Radhiallaahu anhu menuturkan kepada kita: “Pada suatu ketika, Rasulullah baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya aku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Ketika melihat gambar itu Rasulullah langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata:”Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah.” (Muttafaq ‘alaih)


Dikutip dari Buku Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

"MASUK ISLAM KARENA MELIHAT SHAF KAUM MUSLIMIN"




Alkisah, ada satu cerita di Saluran TV Majd beberapa tahun silam, nama program acaranya “Satu Keluarga”. Adalah Dr. Yahya sebagai Da’i / Penceramahnya kala itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa umat Muslim itu memang tidak pernah teratur, yang dibutuhkan umat Muslim adalah satu keyakinan untuk dapat melakukan suatu aksi.

Lantas beliaupun menceritakan satu kisah seseorang Amerika Non-Muslim yang memperbincangkan tentang Islam seraya menyaksikan sebuah program Live (siaran langsung) di sebuah channel lain. Orang Amerika tersebut sangat kagum dengan dengan kerumunan orang-orang di Masjidil Haram, ada lebih dari 3 Juta orang pada waktu itu yang berkumpul untuk shalat Isya di malam terakhir bulan Ramadhan. Kondisinya sangat ramai dengan kerumunan orang-orang yang saling hilir mudik tidak beraturan.

Lalu Da’i tersebut bertanya kepada orang Amerika tadi: “Menurut anda, berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya orang orang itu bisa baris dengan rapi ?” Dan orang Amerika itupun menjawab: “Dua sampai tiga jam.” Dan Da’i tadi menyatakan: “Itu Masjidil Haram mempunyai 4 tingkat.” Si Amerika pun menjawab: “Kalo gitu butuh waktu dua belas jam.” Sang Da’i pun kembali menjelaskan: “Mereka yang kamu lihat di TV itu datang dari negara berbeda & juga berbeda bahasa antara satu dengan yang lainnya.” Kembali orang Amerika itu menyanggah: “Wah, kalo begitu mereka sama sekali tidak mungkin bisa dibariskan.” Akhirnya waktu shalat itupun tiba dengan tanda bunyinya suara Iqamah. Tampak Sheikh Abdur-Rahman as-Sudais [imam besar Masjidil Haram] berdiri di posisi paling depan seraya berkata :
“Istawuu / ?????”

Yang artinya “Luruskanlah shaf / barisan kalian masing-masing”. Maka berdirilah jutaan jama’ah tersebut dalam shaf-shaf / barisan yang tersusun menjadi rapi, dan membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit. Lihatlah betapa agungnya agama ini, dengan memiliki sistemnya sendiri. Si Amerika tadi terperanjat dengan argumennya sendiri yang dipatahkan oleh kenyataan yang ada di depannya. Dipandanginya layar TV sejenak, dan kemudian ia mengucapkan :

Asyhadu An La Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah
==

Many thanks to my brother MA Tamimi for sharing the story

04/07/12

"Social Order Creating the Fair in Islam"




Perdebatan saat ini tentang kebangkitan islam telah menyebabkan masalah-masalah yang berkaitan dengan hakikat , karakteristik , serta ruang lingkup suatu Negara islam dan system politik islam yang khas mendapat sorotan tajam.Banyak implikasi-implikasi ideologis dan posisi teoretisnya sangat beragam.Tetapi kebanyakan hanya menyajikan peristiwa-peristiwa politik mutakhir di dunia islam kontemporer, tanpa ada upaya untuk membahas aspek-aspek teori politik yang benar-benar dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa tersebut.Gagasan tentang kerajaan Allah di muka bumi ini juga ada pada agama besar di dunia ini . Kaum Kristen , yahudi , dan Zoroaster , sangat menantikan seorang pembebas yang akan mendirikan pemerintah yang adil di muka bumi. Maka makalah ini akan memaparkan Gagasan-Gagasan Al Qur'an tentang keadilan serta implikasi-implikasi politisnya dalam penciptaan tatanan social yang adil dalam islam.

       Keadilan adalah suatu konsep relative.Apabila seseorang menyatakan apa yang di anggapnya adil maka itu harus relevan dengan tatanan sosial yang mapan , di bawah tatanan inilah diakui suatu skala keadilan tertentu.Skala keadilan berbeda dari budaya kebudaya , dan masing – masing skala di definisikan dan pada akhirnya di tentukan oleh masing – masing masyarakat berdasakan tatanan sosialnya.

      Pada umumnya ada dua kecenderungan yang dapat di pakai untuk menentukan bagaimana skala-skala keadilan di pahami dalam masyarakat : 

1. Masyarakat-masyarakat yang percaya bahwa manusia mampu menetapkan kepentingan-kepentingan individual dan kolektif mereka , dank arena itu mereka percaya bahwa mereka memiliki kapasitas bawaan.Secara individu ata kolektif , untuk menddirikan tatanan social dengan skala atau skala – skala keadilan yang di abadikan dalam persetujuan tak terucapkan atau persetujuan resmi. 

2. Masyarakat-Masyarakat yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu lemah dan karenanya tidak mampu berbuat sempurna sebab ia memiliki kekurangan-kekurangan personal . Maka dalam masyarakat seperti ini "bimbingan"Ilahiah di minta , untuk memberikan sumber-sumber , norma-norma dasar dan prinsip-prinsip Organisasi social.
Menurut Al Qur'an , gagasan islam tentang keadilan harus adanya"bimbingan"Ilahiah baik dalam bentuk 'hati nurani' ataupun 'ilham maksum' dari Allah.

Allah Berfiman: 

ياايهاالدين ءامنوا كونوا قونين بالقسط شهداء لله ولوعلى انفسكم او الوالدين والأقربين ان يكن غنيا او فقيرا فا لله او لى بهما............
"wahai orang-orang yang beriman ! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi bagi Allah , biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu dan tak soal apakah saksi itu kaya atau miskin maka Allah lebih tau kemaslahatannya…………….(An Nisa : 135) 

       Maka supaya dapat memahami implikasi – implikasi religius dan etis keadilan dalam islam , penting untuk memahami bagaimana bimbingan ilahiah itu di definisikan dalam Al Qur'an.
Peingatan untuk menegakkan 'keadilan-seperti alam ayat di atas sebagai bimbingan natural , universal seta obyektif yang harus di tanggapi umat manusia .Dengan kata lain 'keadilan' merupakkan akibat suatu preskripsi (perintah) moral yang merupakan akibat dari watak manusia pada umumnya.

Allah Berfirman:

ونفس وما سوها,فا لهمها فجورها وتقوها ,قد افلح من زكها وقدخاب من دسها..........
"Demi jiwa serta yang membentuknya dan mengilhaminya untuk (mengetahui perbedaan antara)kefasikan dan ketakwaan! Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya , dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya….(Asy Syam:7-10)
    
 Jadi menurut ayat ini , Allah telah manganugerahi manusia intuisi dan kehendak yang di perlukan untuk meningkatkkan pemahamannya tentang megapa dirinnya di ciptakan dan untuk mewujudankannya,dengan mempergunakan pengetahuan mereka. 

      Bimbingan yang di pahami sebagai penunjuk jalan , merupakan ciri fundamentalis Al Qur'an dan diulang ulang untuk menekankan bahwa bentuk bimbingan tersebut bukkan hanya merupakan bagian dari watak normative manusia , melainkan juga universal dan dapat di miliki semua orang yang berkeinginan untuk menjadi takwa dan makmur . Dalam bidang keadilan obyektif universal.Manusia diperlukan secara sama dan memikul tanggung jawab yang sama untuk menjawab bimbingan universal,dan untuk mengatakan bahwa Al Qur'an menunjukan seseuatu yang sama dengan pemikiran barat , tentang hukum natural yang berdasarkan persetujuan yang tak di ucapkan atau oleh tindakan resmi, karena Al Qur'an mengakui keadilan natural dalam arti yang di pakai oleh Aristoteles – yaitu , suatu produk dari kekuatan natural bukan dari kekuatan social ?dan Alim-Alim ulama berpendapat bahwa keadilan Ilahiah merupakan tujuan akhir dari wahyu islam , yang di ungkapkan pada bentuk awalnya dalam hukum-hukum islam yang suci.

      Dr.Yusuf Al Qordhowy menyatakan bahwa dalam penciptaan tatanan social yang adil harus adanya nilai-nilai islam dan yang terpenting dalam topic ini adalah: 
1) Berkumpulnya masyarakat atas dasar akidah yang sama yaitu islam
2) Merhargai amal sholeh
3) Berda'wah kepada kebajikan
4) Jihad di jalan Allah untuk membela kebenaran, mengamankan da'wah dan mencegah fitnah
5) Melakukan semua nilai-nilai luhur moral dalam semua aspek kehidupan
6) Adanya persaudaraan dan cinta kasih
7) Lemah lembut dalam perkataan dan saling menyayangi antar sesama
8) Saling mendukung dan menolong dalam segala urusan yang bersifat positif
9) Saling bekarja sama dan memberikan solidaritas
10) Saling memberi nasehat antar sesama

       Intinya dalam penciptaan tatanan social yang adil haruslah suatu masyarakat dipimpin oleh seorang mukmin yang terbaik , dan umat islam tidak biasa dipimpin oleh pemimpin yang bukan islam karena senantiasa akan menjadi pangkal konflik islam dengan kepemimpinan Negara nasional , dan penciptaan sebuah keadilan haruslah berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah supaya terciptanya tatanan social yang adil dan makmur.Dan Ibnu Khaldun telah meringkaskan harapan umat islam akan penciptaan suatu tatanan social yang adil dalam bentuk kalimat berikut
      "Telah dikenal dan umumnya di terima oleh seluruh orang islam dalam setiap kurun waktu bahwa padaa khir zaman, seorang laki-laki dari keluarga nabi pasti akan muncul orang yang akan memperkuat islam dan menegakkan keadilan. Umat islam akan mengikutinya dan ia akan mmperoleh kekuasaan atas dunia islam , ia di sebut Al Mahdi.

Referensi
-Al Chaidar , wacana ideology Negara islam . Darul Falah 1996
-Mumtad, Ahmad , Masalah – Masalah teori politik islam , Mizan 1993
-Qardhowi, Yusuf , Pengantar kajian islam , Pustaka Al Kautsar. 1997

03/07/12

"Jodoh menurut Islam"


Bismillahirahmannirrahim..
Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).


Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? di Bawah ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu : 

1. Memperbaiki diri.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26).
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.

2. Tidak putus asa berdoa.
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

3. Ibadah sunnah diperbanyak.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.


4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


5. Memperluas pergaulan.
Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

6. Meminta tolong orang lain.
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung.
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.




Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya ::
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.


Doa bagi wanita yang berharap jodoh :

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya ::
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”

Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :

“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII WA’ATTHIF QOLBAHU ‘ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM WA SHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL ‘AALAMIIN.”

Artinya ::

“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.”

Doa agar Cepat Mendapat Jodoh

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُولِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 3×
Semoga dengan doa yang ada diatas, kamu dapat segera mendapatkan jodoh. Kalaupun belum ketemu ya namanya juga belum jodoh, biarkan hidup ini mengalir seperti biasa, jangan terlalu memaksakan mencari jodoh.

"6 Bahasa Cinta Ayah dan Anak Perempuan"




Merasakan cinta yang tulus dari ayah, akan membuat anak perempuan merasa aman dan percaya pada kita sebagai orangtua serta teman.
KOMPAS.com - Menjadi orang tua adalah peran yang penuh kebahagiaan, tapi penuh tanggung jawab. Peran yang tidak mudah ini juga sering kali berhadapan dengan kondisi yang dilematis. Apakah kita ingin menjadi orangtua yang otoriter atau permisif?  Karena sebenarnya untuk membentuk karakter anak diperlukan keseimbangan ketegasan, disiplin, rendah hati, dan berpikiran positif. Semua ini bisa diwujudkan dengan komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua.

Kadang-kadang, komunikasi antara ayah dengan anak perempuan memiliki friksi tersendiri. Padahal ayah adalah karakter pria pertama yang dikenali anak perempuan. Bagaimana nantinya anak perempuan mendefinisikan pria, pembelajaran pertamanya didapat dari ayah. Pola interaksi yang terjadi antara ayah dengan anak perempuan ini akan membentuk anak perempuan kita menjadi perempuan yang percaya diri, berkarakter, dan berani membuat pilihan terutama ketika tiba waktunya memilih pasangan hidup.

Meski tak ada rumus baku untuk menciptakan hubungan ayah dengan anak perempuan yang harmonis, karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda,  simak bahasa cinta yang bisa membuat anak perempuan kita memiliki karakter yang lebih matang.

1. Perlakukan anak perempuan kita sesuai dengan usianya, karena tak selamanya dia menjadi putri kecil kesayangan. Jika kita terus menganggapnya seperti anak kecil atau putri kecil, maka dia tidak akan pernah benar-benar menjadi pribadi yang matang. Biarkan anak perempuan kita tumbuh sesuai umurnya dan menghadapi segala tanggung jawab yang memang sudah harus diterima. Dengan demikian dia akan merasa dihargai dan menghargai dirinya sendiri.

2. Berbicaralah dengan terbuka, jangan hanya mendengarkan tapi cobalah mengerti apa yang diinginkannya. Jangan bicara dengan nada memerintah, karena bukan itu satu-satunya cara membuat kita berwibawa. Lagipula gaya bicara yang keras atau dengan nada memerintah tidak akan membuat anak menyimpan pesan yang kita sampaikan dalam waktu lama, serta membuatnya tidak percaya diri. Sampaikan pendapat dengan tenang dan ajak mereka masuk dalam penjelasan rasional yang kita berikan. Sehingga mereka tidak merasa dihambat atau dilarang.

3. Biarkan anak perempuan kita menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang memutuskan sesuatu berdasarkan kesadaran diri bukan karena impulsivitas semata. Ayah boleh saja memberikan opini, tapi bukan berarti memaksa anak agar mengikuti keinginannya. Karena tanpa disadari, ketika anak berani memilih maka dia akan berani bertanggung jawab atas pilihannya.

4. Ayah perlu menunjukkan bahwa ia selalu menghormati perempuan. Caranya, dengan memperlakukan isteri, ibu, atau saudara perempuannya dengan hormat. Dengan begitu anak perempuan kita akan memilih pendamping yang memang menghargai perempuan, tidak sekadar cinta buta.

5. Jangan segan untuk mengekspresikan cinta pada anak perempuan. Merasakan cinta yang tulus dari ayah, akan membuat anak perempuan merasa aman dan percaya pada kita sebagai orangtua serta teman. Ini yang kemudian secara alami membentuk interaksi yang hangat antara ayah dan anak perempuan.

6. Ajari anak perempuan kita akan prinsip diri. Kita tidak akan bisa 24 jam penuh mendampingi anak perempuan kita, maka bekali mereka dengan prinsip diri yang kuat. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah diperdaya oleh iming-iming teman-temannya. Anak perempuan kita pun semakin menjadi perempuan yang matang dengan prinsip hidup yang kuat.

Di saat anak kita memiliki konsep dan interaksi hubungan yang baik dengan ayahnya, ini akan ditularkan pada anak-anaknya kelak. Inilah warisan yang akan selalu berharga sepanjang generasi.

(Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

27/06/12

"Sungai Dibawah Laut"


Suatu fenomena alam yang ramai diperbincangkan oleh khayalak dunia yaitu penemuan sungai di bawah laut, Cenote Angelita, Meksiko. Saya sudah melihat foto-foto sungai di bawah laut tersebut, sungguh menakjubkan. Keren banget loh. Namun pemberitaan mengenai Sungai di Bawah laut yang terlalu dibesar-besarkan nii menjadikan banyak perdebatan-perdebatan, hingga memasuki ranah kepercayaan (agama).

Pada suatu forum saya membaca artikel yang menyebutkan bahwa berita sungai bawah laut ini sudah disebutkan dalam Al Qur'an. Berikut ayatnya :


Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. (QS : Al Furqon 53)
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS Ar Rahmaan : 19-20)
Juga ada yang mengatakan bahwa warna kecoklatan seperti air sungai itu merupakan lapisan gas hidrogen sulfida. Namun warna kecoklatan itu bukan berasal dari air tawar. Disebutkan, bagian kecoklatan yang mirip air sungai itu adalah lapisan bagian bawah gas hidrogen sulfide atau H2S. Gas yang biasanya dihasilkan dari saluran pembuangan kotoran. 

Wallahualam Bizahwab....


Foto-foto ::







Video ::








07/06/12

"Kebersamaan.."





Seorang anak bertanya kepada ayahnya , “Ayah, berapa penghasilanmu 1 jam?”
Mendengar pertanyaan ini sang Ayah marah lalu berkata dengan kasar , “Jangan ganggu aku!”
Sang Ayah baru saja pulang kerja dalam keadaan capek dan wajah muram.
Namun , anaknya bersikeras dengan pertanyaannya.
“Ayah berapa penghasilanmu , tolong jawab…!”
Dengan suara yang tidak menyenangkan dia menjawab, “Delapan dolar satu jam.”
“Ayah boleh tidak, aku pinjam 4 dolar?”
“Aku sudah berkata, jangan ganggu aku! Diam dan pergilah ke kamarmu!” bentak ayahnya.
Memasuki saat tidur malam, sang ayah sudah merasa agak tenang. Ia menyesali perlakuannya tadi , lalu pergi ke loteng menuju kamar anaknya.
“Kau sudah tidur?” Tanya ayahnya.
Ia lalu memberi anaknya 4 dolar yang tadi hendak dipinjamnya. Anaknya mengucapkan terima kasih , lalu menyisipkan tangannya ke bawah bantal dan mengeluarkan dari bawahnya uang 4 dolar yang tampak kusut.
“Sekarang aku punya 8 dolar! Ayah, bolehkah aku membeli sejam saja dari waktumu?”