01/08/12

"Indonesia Kiblat Sistem Jaminan Halal"




Jakarta, bimasislam – Untuk pertama kalinya, 1st International Conference on Halal Food Control and Exhibition diselenggarakan oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA) Pada tanggal 12-15 Februari 2012 di Riyadh Arab Saudi.  Pemerintah Indonesia pun ambil bagian dalam pertemuan yang diikuti kurang lebih 500 peserta dari berbagai negara, lebih dari 57 perusahaan dan organisasi dari 20 negara ambil bagian pada event tersebut.
Ditemui di ruang kerjanya, DR. Muchtar Ali, salah satu anggota delegasi menuturkan, bahwa tujuan dari konferensi tersebut adalah merumuskan konsep dan persyaratan mengenai makanan halal dari perspektif Islam sekaligus sebagai sarana pertukaran pengalaman antar negara dibidang supervisi dan pengawasan makanan halal.
Masih menurut Muchtar, seluruh peserta bersepakat bahwa konferensi dan pameran pengawasan makanan halal di Arab Saudi ini memberikan arti penting terhadap makanan halal bukan saja bagi aspek Syari’ah akan tetapi menyangkut aspek kesehatan. “Saat ini kebutuhan makanan halal terus meningkat dan tidak lagi hanya dilatarbelakangi oleh latar belakang keyakinan agama Islam akan tetapi dari kelompok masyarakat lain yang melihat dari sisi kesehatan dan keselamatan hidup”, ujarnya.
Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI mengirim utusan dalam konferensi tersebut. Drs. H. Ahmad Jauhari, M.Si (Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah), sebagai ketua delegasi, Drs. H. Abdul Karim, MM (Sesditjen Bimas Islam), DR. H. Muchtar Ali (Kasubdit Bagian Produk Halal), Pejabat Fungsional Dit. Timteng, Kemlu Medy Sewaka dan Didampingi Oleh Pf. Ekonomi Riyadh, Abdul Rachman Dudung dan Atase Perdagangan KBRI Riyadh Lulu Husein sebagai anggota delegasi. Hadir pula Direktur Eksekutif Global Halal Institut, Rahmad Saleh sebagai peserta konferensi.
Standarisasi dalam sistem perdagangan International memang menjadi issue yang mendasar dan menjadi perhatian banyak kalangan. Indonesia sendiri telah melaksanakan sertifikasi halal sejak tahun 1980-an dan menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Menurut catatan, bahwa SJH Indonesia telah diakui oleh 42 lembaga sertifikasi halal dunia. Bukan tidak mungkin, suatu saat SJH Indonesia akan diadopsi sebagai bahan acuan dalam penyusunan standar halal dan menjadi kiblat halal dunia. (syam)

"Kulit Gatal & Mata Kedutan itu Tanda Stress"


TRIBUNNEWS.COM - Tekanan hidup dan beban pekerjaan sering menyebabkan stres. Dampaknya bisa buruk bagi sistem pencernaan seperti iritasi organ pencernaan bahkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Sayangnya, kita sering tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gejala dan tanda kita terkena stres.

* Rahang nyeri
Bukan hanya karena sakit gigi, stres secara emosional dapat membuat otot-otot rahang sakit. Gejala ini biasanya terjadi ketika bangun atau tidur. Secara umum, perhatikan apa yang pernah Anda alami, sehingga ketika gejala itu kembali Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan. Fokuskan pada merelaksasikan rahan ketika Anda merasa panik.
* Kulit gatal


Stres membuat perubahan pada sel-sel kekebalan yang ditemukan di kulit dan membuatnya lebih aktif. Stres bisa mengakibatkan beberapa kondisi seperti psoriasis, rosacea, dan atau lebih buruk lagi, eksim. Jika kulit terasa gatal akhir-akhir ini, perhatikan tingkat stres dalam hidup Anda, dan segera mengambil langkah untuk meminimalkan. Anda juga bisa mengunjungi seorang dokter spesialis kulit untuk membantu memecahkan masalah ini.
* Mata kedutan


Meskipun penyebab pasti dari mata kedutan tidak diketahui, bisa jadi ini tanda bahwa Anda perlu beristirahat dan santai. Kadang-kadang kedutan akan hilang setelah tidur nyenyak di malam hari, namun juga bisa terjadi hingga tiga minggu. Kelelahan dan berlebihan konsumsi kafein bisa menjadi penyumbang utama mata kedutan. Mengurangi hal yang bisa membuat stres adalah cara utama menghentikan kedutan ini.
* Nyeri pada gusi


Stres meningkatkan kadar hormon kortisol, yang pada akhirnya menciptakan sensasi terbakar di sebluruh tubuh termasuk gusi. Hal ini juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang memicu pertumbuhan bakteri di mulut dan memicu iritasi serta peradangan pada gusi. Selain menggosok gigi dan berkumur dengan cairan pembersih, tingkatkan sistem kekebalan tubuh dengan makan makanan bergizi seimbang, cukup tidur dan konsumsi multivitamin.
* Mual


Stres juga bisa memicu ketidaknyamanan di perut. Tingkat stres yang tinggi menunjukkan peningkatan gejala seperti sakit perut, yang sebagian disebabkan hormon yang dilepaskan akibat dari stres atau kecemasan.
Tubuh menghasilkan reaksi pertahanan dari stres, yang bisa memicu jantung berdebar dan adrenalin meningkat. Olahraga adalah cara yang bagus untuk memerangi stres, termasuk mual. Makanan juga berperan penting. Jadi kurangi konsumsi kopi dan jauhi makanan yang memakai banyak bumbu.