04/07/12

"Social Order Creating the Fair in Islam"




Perdebatan saat ini tentang kebangkitan islam telah menyebabkan masalah-masalah yang berkaitan dengan hakikat , karakteristik , serta ruang lingkup suatu Negara islam dan system politik islam yang khas mendapat sorotan tajam.Banyak implikasi-implikasi ideologis dan posisi teoretisnya sangat beragam.Tetapi kebanyakan hanya menyajikan peristiwa-peristiwa politik mutakhir di dunia islam kontemporer, tanpa ada upaya untuk membahas aspek-aspek teori politik yang benar-benar dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa tersebut.Gagasan tentang kerajaan Allah di muka bumi ini juga ada pada agama besar di dunia ini . Kaum Kristen , yahudi , dan Zoroaster , sangat menantikan seorang pembebas yang akan mendirikan pemerintah yang adil di muka bumi. Maka makalah ini akan memaparkan Gagasan-Gagasan Al Qur'an tentang keadilan serta implikasi-implikasi politisnya dalam penciptaan tatanan social yang adil dalam islam.

       Keadilan adalah suatu konsep relative.Apabila seseorang menyatakan apa yang di anggapnya adil maka itu harus relevan dengan tatanan sosial yang mapan , di bawah tatanan inilah diakui suatu skala keadilan tertentu.Skala keadilan berbeda dari budaya kebudaya , dan masing – masing skala di definisikan dan pada akhirnya di tentukan oleh masing – masing masyarakat berdasakan tatanan sosialnya.

      Pada umumnya ada dua kecenderungan yang dapat di pakai untuk menentukan bagaimana skala-skala keadilan di pahami dalam masyarakat : 

1. Masyarakat-masyarakat yang percaya bahwa manusia mampu menetapkan kepentingan-kepentingan individual dan kolektif mereka , dank arena itu mereka percaya bahwa mereka memiliki kapasitas bawaan.Secara individu ata kolektif , untuk menddirikan tatanan social dengan skala atau skala – skala keadilan yang di abadikan dalam persetujuan tak terucapkan atau persetujuan resmi. 

2. Masyarakat-Masyarakat yang menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu lemah dan karenanya tidak mampu berbuat sempurna sebab ia memiliki kekurangan-kekurangan personal . Maka dalam masyarakat seperti ini "bimbingan"Ilahiah di minta , untuk memberikan sumber-sumber , norma-norma dasar dan prinsip-prinsip Organisasi social.
Menurut Al Qur'an , gagasan islam tentang keadilan harus adanya"bimbingan"Ilahiah baik dalam bentuk 'hati nurani' ataupun 'ilham maksum' dari Allah.

Allah Berfiman: 

ياايهاالدين ءامنوا كونوا قونين بالقسط شهداء لله ولوعلى انفسكم او الوالدين والأقربين ان يكن غنيا او فقيرا فا لله او لى بهما............
"wahai orang-orang yang beriman ! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi bagi Allah , biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu dan tak soal apakah saksi itu kaya atau miskin maka Allah lebih tau kemaslahatannya…………….(An Nisa : 135) 

       Maka supaya dapat memahami implikasi – implikasi religius dan etis keadilan dalam islam , penting untuk memahami bagaimana bimbingan ilahiah itu di definisikan dalam Al Qur'an.
Peingatan untuk menegakkan 'keadilan-seperti alam ayat di atas sebagai bimbingan natural , universal seta obyektif yang harus di tanggapi umat manusia .Dengan kata lain 'keadilan' merupakkan akibat suatu preskripsi (perintah) moral yang merupakan akibat dari watak manusia pada umumnya.

Allah Berfirman:

ونفس وما سوها,فا لهمها فجورها وتقوها ,قد افلح من زكها وقدخاب من دسها..........
"Demi jiwa serta yang membentuknya dan mengilhaminya untuk (mengetahui perbedaan antara)kefasikan dan ketakwaan! Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya , dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya….(Asy Syam:7-10)
    
 Jadi menurut ayat ini , Allah telah manganugerahi manusia intuisi dan kehendak yang di perlukan untuk meningkatkkan pemahamannya tentang megapa dirinnya di ciptakan dan untuk mewujudankannya,dengan mempergunakan pengetahuan mereka. 

      Bimbingan yang di pahami sebagai penunjuk jalan , merupakan ciri fundamentalis Al Qur'an dan diulang ulang untuk menekankan bahwa bentuk bimbingan tersebut bukkan hanya merupakan bagian dari watak normative manusia , melainkan juga universal dan dapat di miliki semua orang yang berkeinginan untuk menjadi takwa dan makmur . Dalam bidang keadilan obyektif universal.Manusia diperlukan secara sama dan memikul tanggung jawab yang sama untuk menjawab bimbingan universal,dan untuk mengatakan bahwa Al Qur'an menunjukan seseuatu yang sama dengan pemikiran barat , tentang hukum natural yang berdasarkan persetujuan yang tak di ucapkan atau oleh tindakan resmi, karena Al Qur'an mengakui keadilan natural dalam arti yang di pakai oleh Aristoteles – yaitu , suatu produk dari kekuatan natural bukan dari kekuatan social ?dan Alim-Alim ulama berpendapat bahwa keadilan Ilahiah merupakan tujuan akhir dari wahyu islam , yang di ungkapkan pada bentuk awalnya dalam hukum-hukum islam yang suci.

      Dr.Yusuf Al Qordhowy menyatakan bahwa dalam penciptaan tatanan social yang adil harus adanya nilai-nilai islam dan yang terpenting dalam topic ini adalah: 
1) Berkumpulnya masyarakat atas dasar akidah yang sama yaitu islam
2) Merhargai amal sholeh
3) Berda'wah kepada kebajikan
4) Jihad di jalan Allah untuk membela kebenaran, mengamankan da'wah dan mencegah fitnah
5) Melakukan semua nilai-nilai luhur moral dalam semua aspek kehidupan
6) Adanya persaudaraan dan cinta kasih
7) Lemah lembut dalam perkataan dan saling menyayangi antar sesama
8) Saling mendukung dan menolong dalam segala urusan yang bersifat positif
9) Saling bekarja sama dan memberikan solidaritas
10) Saling memberi nasehat antar sesama

       Intinya dalam penciptaan tatanan social yang adil haruslah suatu masyarakat dipimpin oleh seorang mukmin yang terbaik , dan umat islam tidak biasa dipimpin oleh pemimpin yang bukan islam karena senantiasa akan menjadi pangkal konflik islam dengan kepemimpinan Negara nasional , dan penciptaan sebuah keadilan haruslah berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah supaya terciptanya tatanan social yang adil dan makmur.Dan Ibnu Khaldun telah meringkaskan harapan umat islam akan penciptaan suatu tatanan social yang adil dalam bentuk kalimat berikut
      "Telah dikenal dan umumnya di terima oleh seluruh orang islam dalam setiap kurun waktu bahwa padaa khir zaman, seorang laki-laki dari keluarga nabi pasti akan muncul orang yang akan memperkuat islam dan menegakkan keadilan. Umat islam akan mengikutinya dan ia akan mmperoleh kekuasaan atas dunia islam , ia di sebut Al Mahdi.

Referensi
-Al Chaidar , wacana ideology Negara islam . Darul Falah 1996
-Mumtad, Ahmad , Masalah – Masalah teori politik islam , Mizan 1993
-Qardhowi, Yusuf , Pengantar kajian islam , Pustaka Al Kautsar. 1997

03/07/12

"Jodoh menurut Islam"


Bismillahirahmannirrahim..
Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).


Lalu upaya apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? di Bawah ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu : 

1. Memperbaiki diri.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang sholih, maka kita harus menjadi orang yang sholihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26).
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.

2. Tidak putus asa berdoa.
Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

3. Ibadah sunnah diperbanyak.
Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.


4. Memiliki kriteria yang tidak muluk.
Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.


5. Memperluas pergaulan.
Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

6. Meminta tolong orang lain.
Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung.
Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.




Doa bagi laki2 yang berharap jodoh :

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya ::
“Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat”.


Doa bagi wanita yang berharap jodoh :

“ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH”.
Artinya ::
“Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat”

Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :

“ALLOHUMMAB’ATS BA’LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII WA’ATTHIF QOLBAHU ‘ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM WA SHOLLALLOOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL ‘AALAMIIN.”

Artinya ::

“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam.”

Doa agar Cepat Mendapat Jodoh

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَحَبِيْبِنَا وَرَسُولِكَ الكَرِيْمِ وَبِأَلْفِ أَلْفٍ لاَحَولَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 3×
Semoga dengan doa yang ada diatas, kamu dapat segera mendapatkan jodoh. Kalaupun belum ketemu ya namanya juga belum jodoh, biarkan hidup ini mengalir seperti biasa, jangan terlalu memaksakan mencari jodoh.